Optimalan Insinerator TPA, Wamen KLHK: Sampah Merusak Pariwisata Labuan Bajo

LABUAN BAJO, 1kata.com – Guna mengatasi sampah di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan termal insinerator pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka.

“Kita meninjau bangunan termal insinerator,” kata Wakil Menteri KLHK Alue Dohong dalam kunjungannya ke TPA Warloka di Labuan Bajo, Jumat (8/7/2022).

Ia menambahkan, bagaimana memusnahkan sampah menjadi abu dalam rangka mengatasi timbulan sampah supaya residu hampir zero persen.

Sebagai destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), tambahnya, Labuan Bajo mendapatkan prioritas penanganan sampah dengan terbangunnya termal insinerator itu.

Dia mengatakan sampah akan merusak pemandangan wisata dan menyebabkan wisatawan tidak akan berkunjung ke Labuan Bajo.

Di sela-sela kunjungannya, dia mengatakan bahwa produksi sampah masyarakat di Labuan Bajo mencapai 13 ton per hari.

Melalui kekuatan mesin yang ada, maka sampah 13 ton itu bisa diubah menjadi residu 10 persen dengan lama operasi 13 jam secara penuh.

Dengan residu 10 persen, maka butuh waktu 160 tahun baru TPA Warloka dipenuhi sampah.

Dohong menilai termal insinerator pada TPA Warloka harus digunakan untuk menjaga dan mengurangi timbulan sampah supaya tidak bocor ke lingkungan, sampah tidak menumpuk di TPA, dan sampah tidak masuk ke laut.

“Labuan Bajo ini pulau-pulau. Harapan kita sampah tidak terbuang ke laut,” ucap dia.

Dia mengakui adanya tantangan biaya operasional untuk pengoptimalan alat tersebut. Namun, apabila alat telah diserahterimakan, dia berharap pemerintah daerah bisa menganggarkan dana untuk biaya operasional.

Kini, biaya komponen termahal berasal dari listrik. Karena masih menggunakan generator set, maka biaya besar terletak pada pemakaian solar. Dia berujar, jika listrik PLN bisa masuk ke lokasi itu, biaya operasional bisa berkurang hingga 30 persen.

Dia pun berharap serah terima bangunan tersebut bisa terlaksana sesegera mungkin karena konstruksi bangunan telah mencapai 100 persen dan tengah dilakukan trial out mesin.

“Ini DPSP. Jadi memang harus konsen kita menangani sampah,” kata dia menegaskan.

Sumber: CR-03
Editor: m.hasyim
Foto: darilaut.id

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below