
JAKARTA, 1kata.com – Untuk menurunkan kemacetan lalu lintas di Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan program integrasi moda transportasi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Salah satunya dengan menambah armada bus dan rute untuk memangkas waktu tunggu, terutama pada jam-jam sibuk,” kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (13/9/2023).
Selain itu, tambahnya, Pemprov DKI Jakarta juga tetap memprioritaskan hak pejalan kaki dan orang yang bersepeda.
Menanggapi pertanyaan di dalam rapat paripurna terkait pengaturan lalu lintas (lalin) pada lampu lalu lintas Santa, Heru menyebut jajarannya sudah menyesuaikan ulang waktu siklus lampu lalu lintas pada simpang Santa (pertemuan Jalan Wijaya I dan Jalan Wolter Monginsidi).
“Pengaturan lampu lalu lintas itu untuk menurunkan panjang antrean dan waktu tunda lalu lintas. Bersamaan dengan itu juga dilakukan penataan parkir pada ruas Jalan Suryo, Jalan Senopati, dan Jalan Wolter Monginsidi,” ucap Heru.
Dalam rapat paripurna tersebut, anggota DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz Muslim menyoroti permasalahan kemacetan yang dirasakan semakin parah.
Berdasarkan data yang dilansir dari TomTom Traffic Index pada Februari 2023, kemacetan Jakarta naik dari 34 persen kini menyentuh 53 persen.
Menurut Aziz, penganggaran untuk penanganan kemacetan yang mencapai Rp14,6 triliun itu akan sia-sia jika indeks lalu lintas (traffic index) semakin naik.
Sumber: CR-12
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


