Kapolri: Calo Bintara Polda Jateng Harus Dipecat atau Dipidana

JAKARTA, 1kata.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan agar lima anggota Polda Jawa Tengah (Jateng) yang menjadi calo dalam proses penerimaan calon siswa Bintara Polri, dijatuhi hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan diproses pidana.

Perintah itu disampaikan Kapolri Sigit kepada Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dan Kabid Propam Polda Jateng saat menutup Rakernis SDM Polri di Riau, Jumat (17/2/2023).
Kapolri menegaskan, dirinya tidak ingin kelima oknum polisi itu hanya dihukum demosi.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolda dan Kabid Propam berikan hukuman, kalau tidak di-PTDH, proses pidana, sehingga tidak ada lagi yang bermain-main dengan masalah ini,” ucap Sigit dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/3/2023).

Sigit menegaskan, saat ini pihaknya secara serius memperbaiki citra Polri. Karena itu, ia menegaskan, tidak akan memberi ruang bagi oknum-oknum yang bisa merusak citra Polri.

“Karena kita semua sudah serius, saya lihat teman-teman ini sudah luar biasa, tapi kalau kemudian di luar masih ada bermain-main, menembak di atas kuda, mau apa jadinya kita. Tetap persepsi selalu akan begitu,” ucap Sigit.

Baca juga: Kemenhan dan Polri Dilarang Impor Senjata, Kecuali Jet Tempur

Menembak di atas kuda merupakan istilah bagi polisi atau pihak di luar polisi yang mengklaim bisa meluluskan peserta penerimaan calon siswa Bintara Polri.

Sigit mengaku mendapatkan informasi proses transaksional terkait dengan jalur Sekolah Inspektur Polisi (SIP). Ia kemudian secara tegas langsung mencoret oknum tersebut.

“Baru saja terkait dengan SIP, saya dapat laporan dan aduan, mereka masuk lewat institusi tertentu bayar lagi. Terus saya suruh coret waktu itu, baru ketahuan yang bayar, karena memang kita batasi untuk pemberian kuota tahun ini, tapi ternyata dari jalur-jalur begitu juga ada, begitu kita coret baru ketahuan yang bayarnya,” katanya.

Sigit mengatakan pihaknya tidak akan memberi ampun kepada oknum-oknum nakal Polri dalam hal tersebut. Sigit memastikan akan mengambil tindakan tegas bagi oknum Polri maupun pihak luar yang ketahuan melakukan hal tercela.

“Jadi kehormatan kita sama-sama, untuk menunjukkan SDM Polri tidak seperti itu. Kalaupun ada, itu adalah orang yang memanfaatkan dan kalau itu masih Polisi juga ketahuan, kita proses keras. Kalau di luar Polisi kalau ketahuan, ada proses sidang,” pungkasnya.

Sumber: CR-03
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below