Soal Karhutla, Jokowi Jangan Mengulang Kesalahan Soeharto

JAKARTA, 1kata.com – Pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa solusi mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah pembuatan kanal-kanal atau kanalisasi bisa kontraproduktif terhadap upaya penanganan karhutla.

Menurut Manajer Kampanye Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kurniawan Sabar, solusi untuk karhutla di berbagai daerah adalah pembuatan blok-blok terhadap kanal, bukannya kanalisasi atau pembuatan kanal-kanal yang berpotensi memperparah situasi.

“Pernyataan Presiden bahwa solusi mengatasi kebakaran adalah pembuatan kanal-kanal atau kanalisasi bisa kontraproduktif terhadap upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan,” kata Kurniawan Sabar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (26/9/2015).

Pembuatan kanal-kanal di lahan gambut, lanjutnya, justru menjadi penyebab keringnya lahan gambut sehingga menjadikannya sangat rentan terhadap kebakaran.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kalimantan Tengah Arie Rompas mengemukakan bahwa pembuatan ribuan kilometer kanal yang membelah-belah lahan gambut seluas 1,4 juta hektare pada proyek lahan gambut (PLG) di Kalimantan Tengah pada masa Orde Baru telah menjadi pemicu utama terus terjadinya karhutla di Kalimantan Tengah.

“Jokowi jangan mengeluarkan pernyataan yang dapat mengulang kesalahan yang dilakukan presiden ke-2 RI H.M. Soeharto,” kata Arie Rompas.

Berdasarkan pernyataan Walhi, selama 18 tahun kejahatan asap yang diakibatkan oleh penghancuran hutan dan perusakan lahan secara sistematis oleh ekspansi industri monokultur mengalami pembiaran oleh berbagai rezim pemerintahan di Indonesia.

Sumber: CR-02 || editor: m.hasyim

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below