
BANDUNG, 1kata.com – Pemahaman masyarakat terhadap jasa dan layanan atau literasi keuangan masih menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Jawa Barat.
“Jadi dengan literasi keuangan di bawah inklusi keuangan kita masih punya `PR` besar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang inklusi keuangan,” kata Kepala Regional 2 OJK Perwakilan Jabar, Sarwono, seusai menghadiri Festival Inklusi Keuangan 2018 di Kota Bandung, Jabar, Rabu (24/10/2018).
Inklusi keuangan di Jabar yang sudah menyentuh 60 persen tidak diikuti oleh tingkat literasi keuangan, yang masih 29 persen. Menurut Sarwono, hal ini menandakan bahwa masyarakat menggunakan produk perbankan tanpa mengerti produk industri jasa keuangannya.
“Tapi tak apa-apa itu karena mereka nabung ikut saja. Yang bahaya itu kalau masyarakat sampai tergiur, tawaran investasi tidak benar karena keuntungan yang menggiurkan,” katanya.
Pihaknya menuturkan perkembangan Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) di Jabar saat ini meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu.
Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah bank yang menawarkan program Laku Pandai di Jabar yang jumlahnya sudah mencapai puluhan bank.
“Kalau dulu sekitar 8-10 bank, sekarang jadi sekitar 15 bank yang jadi agen Laku Pandai. Itu perkembangannya bagus meningkat, karena dari bank-bank yang menyelenggarakan Laku Pandai banyak inisiatif dan melaksanakan berbagai kegiatan yg mengundang masyarakat masuk ke perbankan,” ujar dia.
Selain itu pihaknya juga mengapresiasi diselenggarakan Festival Inklusi Keuangan 2018 yang diadakan oleh Bank BJB karena kegiatan tersebut bisa mengenalkan tentang jasa keuangan kepada anak-anak.
Sumber: Rifqaiza
Editor: m.hasyim


