
JAKARTA, 1kata.com – Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan, Megawati Soekarnoputri tidak memiliki rekam jejak dalam melakukan penistaan dan menghina pihak tertentu.
“Megawati konsisten memperjuangkan keberagaman,” kata Eva Sundari, di Jakarta, Selasa (24/1/2017).
Konsistensi itu, lanjutnya, ditunjukkan dengan dideklarasikannya Rumah Kebangsaan, yaitu tempat dimana semua kelompok dari nasionalis, agama, dan minoritas memperjuangkan haknya.
Menurut Eva, pidato Megawati dalam HUT PDIP ke-44 beberapa waktu lalu itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar agama tidak dijadikan alat politisasi pecah belah bangsa. Eva menegaskan, tidak ada niat Megawati untuk menistakan agama.
“Ibu Megawati tidak pernah menghina. Yang terus menerus menghina itu Pak Rizieq (Rizieq Shihab). Saya melihat (laporan) ini agak maksain dan tidak pada tempatnya. Apa yang dilakukan Ibu Mega kontraproduktif dengan tuduhan itu,” katanya.
Eva melihat laporan itu sarat dengan kepentingan dan ambisi politik kelompok tertentu. Menurutnya, saat ini, hukum telah dijadikan sebagai alat untuk menjatuhkan lawan politik.
“Pasti (laporan) ini karena ada perintah (seseorang) untuk melakukan itu. Tapi yang melaporkan harusnya pakai nalar, yang dilaporkan ini menistakan atau tidak. Semua agama dibela sama Ibu Mega,” katanya.
Sumber: CR-01 | editor: m.hasyim


