
YOGYAKARTA, 1kata.com – Selama periode denam jam dari pukul 00.00 – 06.00 WIB hari Rabu (27/3/2019), terjadi sekali awan panas guguran yang mengarah ke hulu Sungai Gendol dengan jarak luncur mencapai 1.500 meter dari puncak Gunung Merapi.
Awan panas guguran ini berlangsung selama 150,5 detik denbgan amplitudo hingga 55 milimeter.
Sedangkan BPPTKG (Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Yogyakarta menetapkan, batas aman sejauh lebih dari 3.000 meter dari puncak.
BPPTKG Yogyakarta dalam laporan aktivias Gunung Merapi, Rabu pagi menyebutkan pada kurun yang sama terjadi dua kali guguran lava teramati yang juga mengarah ke hulu sungai atau kali Gendol jarak luncur 750 – 900 meter.
Sedangkan pada periode pengamatan hari Selasa (26/3/2019) pukul 18.00 hingga 24.00 terjadi satu kali guguran lava pijar dengan jarak hingga 900 meter dari puncak yang mengarah ke hulu kali gendol.
Saat periode pengamatan tersebut, cuaca berawan dan mendung, angin bertiup lemah ke arah barat dengan suhu udara 18.2-21.4 °C.
Direkomendasikan dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.
Berhubung sudah terjadi beberapa kali awanpanas guguran yang jarak luncurnya semakin jauh masyarakat yg tinggal di alur Kali Gendol dimohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.
Hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan Gunung Merapi dalam status Waspada atau pada Level II.
Sumber: CR-09
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


