
JAKARTA, 1kata.com – Ketua Umum Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHI) Fadli Nasution mengungkapkan, pascaputusan praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) setahun lalu, secara hukum posisinya sudah benar dan BG tidak bersalah.
Namun BG tetap menerima diskriminasi perlakuan di pemerintahan. Salah satunya adalah tidak dilantiknya BG menjadi Kapolri dan Presiden Joko Widodo lebih memilih Badrotin Haiti.
“Kini nama BG diungkit lagi menjelang suksesi Kapolri baru yang akan menggantikan Badrotin. Ini adalah upaya penjegalan,” kata Fadli Nasution, di Jakarta, Senin (30/5/2016).
Fadli menambahkan, seharusnya kalau memang pemerintah tidak melakukan diskriminasi, saat inilah sikap itu ditunjukkan. Yaitu dengan tidak memperpanjang masa dinas Kapolri Jenderal Badrotin Haiti dan mengangkat Budi Gunawan sebagai Kapolri.
Menurutnya, sangat mungkin Preaiden Joko Widodo saat itu memilih tidak melantik BG karena situasi politik yang agak memanas. Sehingga jalan tengah yang diambil presiden adalah tidak mengangkat BG.
“Kondisinya sekarang berbeda, situasi politik tidak gaduh dan suksesi kepemimpinan di Polri bisa berjalan dengan kondusif,” katanya.
Sumber: CR-01 | editor: m.hasyim


