
JAKARTA, 1kata.com – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penjualan bersih tumbuh sebesar 1,5 persen menjadi Rp47,56 triliun pada triwulan III 2015 dari Rp46,88 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Kelompok usaha strategis (Grup) produk konsumen mermerek (CBP) memberi kontribusi terhadap penjualan sekitar 50 persen, bogasari (24 persen), agribisnis (18 persen), dan distribusi (delapan persen).
“Pada periode itu, laba usaha juga tercatat naik meski tipis sebesar satu persen menjadi Rp5,42 triliun dari 5,37 triliun, sedangkan marjin laba usaha sedikit menurun menjadi 11,4 persen,” kata Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 45,2 persen menjadi Rp1,68 triliun dari Rp3,07 triliun, dan marjin laba bersih turun menjadi 3,5 persen dari 6,6 persen terutama disebabkan oleh rugi selisih kurs yang belum teralisasi sebagai akibat melemahnya nilai tukar rupiah.
Dijelaskan, dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, “core profit” yang mencerminkan kinerja operasional turun 11,8 persen menjadi Rp2,71 triliun dari Rp3,07 triliun.
“Kondisi makro ekonomi dalam beberapa bulan terakhir cukup memberikan tantangan bagi kami. Melemahnya harga CPO dan nilai tukar rupiah telah mempengaruhi laba bersih kami, namun ‘core profit’ hanya turun sebesar 11,8 persen,” kata Anthoni Salim.
Sumber: CR-02 || editor: m.hasyim


