
JAKARTA, 1kata.com – Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, I Wayan Dipta, merinci jumlah pasar rakyat yang akan direvitalisasi berada di 11 daerah tertinggal atau daerah perbatasan.
“Daerah perbatasan itu di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Kalimantan. Sementara 40 lainnya berada di daerah reguler,” kata I Wayan Dipta, di Jakarta, Selasa (17/1/2017).
Ia menambahkan, biaya revitalisasi masing-masing pasar dianggarkan Rp 950 juta. “Kami menyiapkan dana hibah untuk nanti dikelola oleh pemda,” lanjut Wayan.
Ia menambahkan program revitalisasi pasar rakyat berupa perbaikan pasar lama yang kondisi bangunannya sudah tidak bagus atau kumuh. Pihaknya kemudian merenovasi menjadi bangunan permanen dengan dilengkapi fasilitas berupa WC, westafel, maupun tempat pembuangan sampah.
Menurutnya, revitalisasi pembangunan pasar rakyat merupakan agenda prioritas dalam Nawacita Presiden Joko Widodo. Pemerintah sejak 2015 hingga 2019 menargetkan merevitalisasi 5 ribu pasar rakyat di seluruh Indonesia.
Kemenkop dan UKM menargetkan berkontribusi sebanyak 1.075 pasar rakyat sampai 2019. Namun, pada 2015 baru berhasil merevitalisasi 64 pasar rakyat. “Sedangkan 2016 terealisasi 84 pasar rakyat dari target 85 pasar rakyar dengan anggaran yang terserap Rp 80,7 miliar,” katanya.
Sumber: CR-03 | editor: m.hasyim


