
MAKASSAR, 1kata.com – Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Sulawesi Selatan (Sulsel) Nasrun Lacinta, menyayangkan sikap Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang selalu tidak bersedia menemui jika dirinya bersama ormasnya mengajukan permintaan audiensi.
“Pekat berbeda dengan ormas-ormas atau LSM lain. Kami ingin beraudiensi dengan gubernur karena kami ingin tahu apa isi kepala bapak gunernur. Kami tidak minta uang dari pak gubernur,” kata Nasrun Lacinta, di Makassar, Kamis (2/6/2016).
Nasrun mengakui, gubernur tentu orang yang pintar dan memiliki pemikiran ke depan yang berbeda dengan masyarakat umum. Karena itu, ormas Pekat ingin mengetahui apa rencana gubernur dan bagaimana pola pemikiran gubernur ke depannya.
“Kami hanya ingin membantu mewujudkan apa yang sedang dipikirkan atau direncanakan gubernur. Karena Pekat memiliki sumber daya manusia dan sumber dana serta jaringan relasi untuk itu,” katanya.
Jika Gubernur Sulsel masih menganggap Pekat seperti ormas atau LSM yang hanya merecoki pemerintah, lanjut Nasrun, berarti gubernur telah mendapatkan informasi yang salah.
“Kami tidak akan meminta uang atau proyek dari pak gubernur. Karena ketua dan pengurus Pekat semuanya adalah pengusaha besar yang sudah mapan dan kita tidak mengerjakan proyek-proyek milik pemerintah daerah,” katanya.
Sumber: CR-05 | editor: m.hasyim


