
BALIKPAPAN, 1kata.com — Pemberian insentif yang membuat harga tiket pesawat terbang turun sekitar 14 persen selama perayaaan Natal dan tahun Baru (Nataru), diprediksi akan mendongkrak penerbangan di wilayah Kalimantan.
“Kami belum bisa menyampaikan angka pastinya, tetapi kemungkinan besar lonjakannya akan lebih tinggi dibanding tahun lalu,” ujar Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, rabu (3/12/2025).
Sekedar informasi, wilayah kerja Otban VII yang mencakup Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah.
Ferdinan menjelaskan, sejumlah insentif tersebut antara lain penanggungan PPN 6 persen yang biasanya dibayar penumpang, penyesuaian berbagai komponen tarif layanan bandara, hingga penurunan harga avtur di 37 bandara yang berpengaruh terhadap biaya operasional maskapai.
Pemerintah juga memberikan diskon untuk beberapa komponen biaya bandara seperti PJ4U, PJP2U, dan sejumlah biaya lain yang umumnya dibebankan kepada penumpang.
Selain itu, operator bandara diminta memperpanjang jam operasional selama periode Nataru guna mengakomodasi tingginya pergerakan pesawat dan penumpang.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, harga tiket pesawat diperkirakan turun sekitar 13 hingga 14 persen selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Ini bentuk kehadiran pemerintah agar masyarakat bisa menikmati libur panjang dengan biaya yang lebih terjangkau,” kata Ferdinan.
Ia menambahkan, penurunan harga tiket tersebut diproyeksikan langsung memengaruhi peningkatan jumlah perjalanan udara, terutama tujuan-tujuan utama di Kalimantan.
Penulis: CR-12
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


