
BANDUNG, 1kata.com – Hingga pertengahan tahun 2025 ini, Telkomsel mencatatkan pertumbuhan penggunaan ponsel tangan (handset) yang mendukung jaringan 5G mencapai 15-17 juta atau lebih dari 10 persen pelanggan.
Untuk akhir tahun lalu, menurut Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, dalam jumpa pers, di Bandung, Jawa Barat, Senin (21/7/2025), jumlah penetrasi handset 5G sekitar 10-11 juta.
“”Pertumbuhannya sangat cepat,” kata Indra.
Pertumbuhan ini, menurutnya, didorong oleh wawasan masyarakat terkait pembaruan ponsel yang mereka miliki. Seiring dengan perluasan jaringan 5G terutama di kota-kota besar, masyarakat lebih condong untuk memilih gawai dengan teknologi terkini yang mendukung konektivitas teranyar tersebut.
Baca juga:
- Satgas Pangan Polri Kembali Periksa Produsen Beras Nakal
- Harper’s Bazaar, Gong Yoo Masuk Daftar 50 Pria Tertampan
“Kalau beli handset baru, biasanya beli yang sekalian (support) 5G. Mereka tidak perlu melakukan registrasi, (5G) langsung aktif, terutama jika berada di lokasi yang sudah ter-cover 5G,” ujar Indra.
Adapun hingga pertengahan 2025, Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 3.000 BTS 5G di 56 kota/kabupaten Indonesia.
Sepanjang 2025, Telkomsel secara bertahap dan terukur telah memperluas jaringan Hyper 5G di sejumlah kota besar, seperti Jabodetabek, Surabaya, Makassar, Batam, dan Bandung.
Khusus di wilayah Bandung Raya, Indra menyebutkan penetrasi gawai 5G sudah mencapai hingga 23 persen dari total perangkat seluler di lokasi, dengan tingkat konsumsi internet tiap hari rata-rata 202 GB per pengguna per bulan.
Penulis: CR-18
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


