Pengrajin Batik Harus Lakukan Inovasi

JAKARTA, 1kata.com — Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong pelaku koperasi dan UMKM khususnya dari kalangan pengrajin batik untuk terus melakukan inovasi, serta memperluas jaringan usaha melalui berbagai event promosi. Sebab dengan inovasi dapat menghasilkan produk yang kompetitif, baik dari segi harga dan kualitas.

“Saya berharap, para pelaku KUKM, khususnya perajin batik, dapat terus melakukan perubahan dan perbaikan, baik di bidang produksi, inovasi, manajemen, standardisasi, sertifikasi untuk menghasilkan produk yang kompetitif, baik dari segi harga dan kualitas sehingga dapat bersaing di pasar global,” kata Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing Herustiati saat membuka acara Gebyar Batik Muda Nusantara (GBMN) 2019 ke-9 di Fashion Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Ia mengatakan peran batik sebagai produk kreatif sangat penting dan strategis dalam memajukan UKM Indonesia. “Untuk itu, pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM terus berusaha untuk mendorong, memotivasi, menciptakan kemudahan kepada KUKM untuk terus melakukan inovasi, serta memperluas jaringan usaha,” katanya.

Sektor ekonomi kreatif pun terus memperlihatkan kinerja yang semakin membaik. Data Bekraf menunjukkan besaran ekonomi kreatif terhadap PDB tahun 2018 tumbuh sebesar 5,60% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 1.105 triliun dan menyerap 18,1 juta tenaga kerja yang meningkat sebesar 3,72% dibandingkan tahun 2017.

Ekspor sektor Ekonomi kreatif pada tahun 2018 mencapai angka 22,6 M dolar AS. Khusus ekspor batik dan produk batik pada tahun 2018 mencapai 52.4 juta dolar AS atau sekitar Rp 747,4 M. Pasar ekspor utama batik adalah Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Sumber: CR-01
Editor: m.hasyim
Foto: 1kata.com

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below