
JAKARTA, 1kata.com – Masyarakat Jakarta Utara diharapkan mampu membedakan keberadaan informasi yang mengandung unsur hoax dan yang bukan hoax di media sosial (medsos).
Kemampuan ini akan bisa memfilter tersebarnya informasi yang tidak benar ke kalangan yang lebih luas lagi.
“Caranya dengan mengecek kebenaran berita kepada sumber berita. Sehingga ada informasi yang berimbang,” kata Kasubdin Perpustakaan dan Arsip Negara Jakarta Utara Jeje Nurzaman, saat membuka workshop Literasi Jurnalis Bela Negara, di Jakarta Utara, Rabu (27/2/2019).
Jeje Nurzaman menambahkan, saat ini kita berada pada era digital yang sangat mudah mengakses informasi apa pun.
“Bukan hanya mudah mengakses informasi, tetapi juga mudah menyebarluaskan informasi. Karena semuanya bisa kita lakukan melalui smartphone kita,” katanya.
Apalagi, tambah Jeje Nurzaman, saat ini Indonesia sedang berada pada masa pilpres yang tentunya sangat tinggi terjadinya peredaran informasi. Pada kondisi ini, lanjutnya, ada pihak-pihak yang memanfaatkan medsos untuk penyebaran informasi yang tidak benar.
“Karena itu, sebagai masyarakat kita harus bisa membedakan mana informasi yang hoax dan yang bukan. Sehingga kita tidak terpancing menyebarkan informasi yang tidak benar,” katanya.
Sebelumnya, Jeje Nurzaman membuka Workshop Literasi Jurnalistik Bela Negara yang bekerjasama dengan Forum Silaturahmi Pers (Fosil Pers) Bela Negara. Kegiatan ini diikuti 75 orang mahasiswa dan pengurus Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) se Jakarta Utara.
Kegiatan ini menghadirkan wartawan senior sebagai narasumber di antaranya Rico Aprillia selaku Ketua Umum Fosil Pers, Hendro Herisuharyono, Mohammad Abriyanto, Joko Sriyono dan moderator Johan Sopaheluwakan.
Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim




