
JAKARTA, 1kata.com – Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Edy Setiadi menyambut baik rencana kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).
MES siap melibatkan sumber dayanya yang ada di daerah termasuk juga memanfaatkan sarana media sosial (medsos) sebagai jembatan informasi tentang literasi keuangan syariah kepada masyarakat luas.
“Saya sangat mendukung, karena ini sangat baik bagi pengembangan ekonomi syariah. Ini kolaborasi yang bagus,” kata Edy, di Jakarta, Selasa (30/10/2018).
Ia menambahkan, sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia masih ketinggalan dalam penyerapan dana dari keuangan syariah.
Maka tahun 2017 LPDB-KUMKM membentuk Direktorat Syariah yang merupakan sebuah Direktorat khusus pembiayaan dengan pola syariah.
Hadirnya Direktorat Syariah ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha yang mengharapkan bisa mengakses dana bergulir dengan pola syariah.
Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Jaenal Aripin mengatakan selama ini dengan pola pembiayaan syariah hanya bisa membiayai skim pembiayaan untuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), dan Lembaga Keuangan Bank (LKB).
Hal itu mengacu pada Permenkeu No. 75 Tahun 2011 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM.
“Pembiayaan syariah Menkeu belum memberikan ijin untuk disalurkan langsung kepada UMKM, tapi bisa melalui LKBB dan LKB. Maka untuk UKM kita titipkan melalui perbankan termasuk Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau Unit Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (USPPS),” kata Jaenal.
Sumber: mbelung
Editor: m.hasyim


