
JAKARTA, 1kata.com – Pernahkah kita melihat dan peduli pada pengamen tunanetra dengan tongkat aluminium putih, menyandang tas berukuran sedang berisi tape recorder dan sebuah mike kecil?
Lihatlah, mereka berjalan perlahan sambil mengetuk-ketukkan tongkatnya di pinggir jalanan. Mereka menyanyikan lagu dengan ekspresi wajah yang datar, bibirnya mengikuti irama musik yang diputar dari tape recorder yang ditentengnya.
Kepedulian itu kini ditunjukkan Lions Club Jakarta Monas Movast (LCJM MOVAST), yang memperingati hari tongkat putih sedunia atau White Cane Day, dengan berbagi kebahagiaan bersama para penyandang tunanetra.
LCJM MOVAST menggelar lomba menyanyi sekaligus memberikan apresiasi kepada para pengamen tunanetra di area car free day (CFD) Jakarta, minggu, (21/10/2018).
“Di White Cane Day ini kita ingin berbagi kebahagiaan dengan para penyandang tunanetra untuk memberikan tongkat putih. Tahun ini, LCJM MOVAST melakukan sesuatu yang lain yakni dengan menggelar lomba menyanyi bagi para pengamen tunanetra,” ujar Yonkie Alwi selaku president LCJM MOVAST, di sela-sela acara.
Lomba nyanyi diikuti oleh 20 peserta pengamen tunanetra yang kesehariannya mencari nafkah di berbagai wilayah di Jakarta.
LCJM MOVAST menyediakan hadiah uang tunai, tongkat putih serta beberapa hadiah lainnya dari sponsor sebagai bentuk apresiasi kepada para pengamen tunanetra di hari White Cane Day.
“Untuk juara satu kita sediakan hadiah Rp2 juta, juara dua Rp1,5 juta dan juara ketiga Rp1 juta dan setiap peserta mendapatkan uang transpor sebesar Rp. 250 ribu.” Jelas Yonkie Alwi.
Nano Sahono, salah seorang peserta mengaku sangat senang dan bahagia atas perhatian yang diberikan LCJM MOVAST kepada mereka. Pria paruh baya yang kesehariannya mengamen di kawasan Mayestik, Blok M dan Taman Puring itu juga berharap ada perhatian lebih lagi kepada para pengamen tunanetra.
“Saya senang, bisa ikut lomba, dan dapat hadiah,” katanya.
Ajang lomba menyanyi bagi para pengamen tunanetra yang digelar di area CFD, tepatnya di depan FX Sudirman berlangsung meriah
Dinda, salah satu dari juri acara tersebut mengatakan bahwa program ini akan menjadi program tetap tahunan dari LCJM MOVAST.
“Semoga lomba ini juga menjadi motivasi para pengamen tuna netra jalanan ini meningkatkan kualitas suaranya,” katanya.
Acara white cane day dimulai dengan aksi memberikan sarapan pagi gratis untuk pedagang pinggir jalan dan pekerja jalanan di kawasan CFD.
“Aksi ini merupakan salah satu dari aktifitas LCJM Movast dengan tema Fighting Hunger Together,” jelas JULIA selaku kordinator untuk divisi Feed The Hunger.
Selain itu, LCJM MOVAST juga mengajak masyarakat CFD untuk peduli bencana Lombok dengan menggelar booth untuk program Lombok Recovery Charity. Kegiatan fundraising ini dilakukan melalui penjualan kain-kain hasil karya para pengrajin Lombok.
“Hasil dari penjualan ini semoga dapat dikembalikan kepada Lombok dalam bentuk taman bacaan atau taman bermain anak anak sebagai recovery pasca gempa,” Ujar Lies Djohan yang pada event ini bertanggung jawab untuk kegiatan fundraising.
Sumber: mbelung
Editor: m.hasyim




