Laba Kia Melonjak 63 Persen

Kia Telluride Nightfall 2021

JAKARTA, 1kata.com – Produsen mobil terbesar kedua Korea Selatan Kia Corp mengatakan laba bersih kuartal keempat mereka melonjak 63 persen dari tahun sebelumnya karena pasokan chip yang meningkat, permintaan yang kuat untuk SUV high-end dan nilai mata uang won yang lemah.

Dilansir Antara, Senin (30/1/2023), laba bersih untuk tiga bulan yang berakhir 31 Desember melonjak menjadi 2,037 triliun won dari 1,248 triliun won selama periode yang sama tahun lalu, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

“Kombinasi harga jual rata-rata yang lebih tinggi, insentif yang lebih rendah, dan pelemahan won (terhadap dolar) mendukung garis bawah kuartalan meskipun inflasi tinggi dan kekurangan chip global,” kata Chief Financial Officer Kia Joo Woo-jeong dalam panggilan konferensi pendapatan perusahaan.

Produksi kendaraan mulai membaik akhir tahun lalu dibantu dengan pulihnya pasokan chip. Selain itu, penjualan kendaraan yang kuat di Korea Selatan, Amerika Serikat, dan pasar negara berkembang kecuali China dan Rusia membantu hasil kuartalan, kata pernyataan itu.

Baca juga: Subsidi Mobil Listrik Bakal Pengaruhi Pasar Mobil Konvensional

Untuk menopang penjualan, perusahaan akan fokus pada penjualan SUV Sportage, Seltos, dan Telluride versi yang lebih ditingkatkan, sambil berencana untuk meluncurkan sedan andalan EV9 all-electric pada paruh pertama tahun ini.

Laba operasional naik lebih dari dua kali lipat menjadi 2,624 triliun won pada kuartal keempat dari 1,175 triliun won tahun lalu. Penjualan naik 35 persen menjadi 23,164 triliun won dari 17,188 triliun won.

Sepanjang tahun 2022, laba bersih naik 14 persen menjadi 5,409 triliun won. Laba operasional melonjak 43 persen ke rekor 7,233 triliun won dan penjualan naik 24 persen menjadi 86,559 triliun won selama periode yang sama.

Pada tahun 2022, Kia menjual total 2,9 juta kendaraan di pasar global, dan menargetkan untuk menjual 3,2 juta mobil tahun ini.

Produsen sedan K5 dan SUV Sorento itu menargetkan laba usaha 9,3 triliun won dari penjualan 97,6 triliun won pada 2023. Margin laba usaha juga dibidik 9,5 persen tahun ini, naik dari 8,5 persen setahun lalu, demikian Yonhap menyiarkan pada Jumat (27/1).

Sumber: CR-07
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below