Sido Muncul Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis Bagi 50 Anak di Bogor

BOGOR, 1kata.com – Sebanyak 50 pasien mengikuti program bakti sosial operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit yang digelar PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk unggulannya, KukuBima.

Kegiatan yang digelar di RS Hermina Bogor, Rabu (14/1/2026), ini merupakan dukungan Sido Muncul dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu, yang bekerja sama dengan Smile Train Indonesia dan RS Hermina Bogor.

Menurut Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, kegiatan sosial tersebut berangkat dari pengalaman hidupnya yang panjang bergelut dengan penyakit, sekaligus keyakinannya bahwa kontribusi sosial merupakan makna penting dalam kehidupan.

“Saya sampai pada satu kesimpulan, ada satu hal yang paling penting dalam hidup, yaitu kontribusi,” ujar Irwan Hidayat.

Irwan Hidayat menceritakan, pada usia 21 tahun ia pernah mengalami sakit berat yang berlangsung selama berbulan-bulan. Pengalaman panjang keluar-masuk rumah sakit, termasuk mengalami gangguan tidur dan fobia terhadap rumah sakit, menjadi pelajaran berharga baginya tentang arti kesehatan dan empati terhadap pasien serta keluarga mereka.

Irwan Hidayat mengungkapkan, setiap orang memiliki hak untuk hidup sehat dan memperoleh penghidupan yang layak. Ia menegaskan, kalau kita hidup tidak rakus dan mau berbagi, setiap orang bisa hidup layak dan sehat.

“Saya paham betul perasaan orang tua yang anaknya sakit sejak lahir. Dunia seperti runtuh. Tapi pengalaman saya menunjukkan, tidak semua yang kita alami itu buruk. Bisa jadi itu adalah jalan hidup yang membawa kebaikan,” kata Irwan Hidayat.

Irwan menegaskan setiap orang memiliki hak untuk hidup sehat dan memperoleh penghidupan yang layak.

“Setiap orang diberi hak untuk hidup sehat dan mencari nafkah. Tidak boleh ada yang tertinggal,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irwan juga mengajak dunia usaha untuk turut berperan aktif mendukung program sosial, terutama di tengah tantangan global dan keterbatasan yang dihadapi pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha harus ikut hadir dan membantu masyarakat dengan cara yang positif dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan bakti sosial ini tidak hanya membantu pasien secara medis, tetapi juga memberi harapan dan semangat baru bagi keluarga pasien.

“Kalau kita hidup tidak rakus dan mau berbagi, setiap orang bisa hidup layak dan sehat,” tutur Irwan Hidayat.

Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengapresiasi komitmen Sido Muncul di bidang sosial dan kesehatan. Dedie menilai bakti sosial operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sido Muncul yang telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Jumlah penerima manfaatnya tidak sedikit, sudah ribuan orang yang merasakan langsung manfaat dari program-program kemanusiaan Sido Muncul,” ujar Dedie.

Dedie menyebutkan operasi bibir sumbing dan langit-langit bukanlah tindakan medis dengan biaya murah dan tidak seluruhnya dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Karena itu, baksos Sido Muncul ini sangat membantu keluarga pasien, terutama dari kalangan kurang mampu.

“Biaya operasi bibir sumbing tidak murah dan tidak selalu ditanggung BPJS. Karena itu, kegiatan ini sangat berarti bagi keluarga pasien,” katanya.

Direktur RS Hermina Bogor, dr. Muyi Ayoe Hapsari, SH, MM, mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya Sido Muncul yang telah berkolaborasi sejak 2023. Melalui program bakti sosial operasi gratis ini, lebih dari 600 penyintas bibir sumbing dan kelainan sejenis telah terbantu.

Menurutnya, program tersebut tidak menargetkan jumlah pasien secara kuantitatif, melainkan menitikberatkan pada kebermanfaatan dan keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Target kami sebenarnya bukan pada jumlah sebanyak-banyaknya, melainkan pada kebermanfaatannya,” kata dr. Muyi.

dr. Muyi menyoroti masih adanya persepsi keliru di masyarakat terkait bibir sumbing yang kerap dianggap sebagai kondisi yang tidak dapat diperbaiki. Padahal, bibir sumbing merupakan kelainan bawaan yang bisa ditangani melalui tindakan medis.

Penulis: ithe
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below