Sawit Jadi Masa Depan Bangsa

JAKARTA, 1kata.com – Di tengah proyeksi pertumbuhan populasi dunia yang terus meningkat dan kian menyempitnya lahan pertanian, energi terbarukan semakin menjadi kebutuhan mendesak.

Energi terbarukan itu salah satunya dihasilkan dari produk kelapa sawit. Sawit tidak hanya jadi primadona, bahkan jadi masa depan bangsa.

“Tidak ada negara lain sebaik negara kita pertumbuhan sawitnya. Kita punya 12 jam sinar matahari, 365 hari, dan tidak ada musim dingin. Maka sawit tumbuh dengan baik,” kata Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/3/2021).

Ia menambahkan, Indonesia menjadi produsen sawit terbesar di dunia. Tantangannya adalah kampanye negatif terhadap produk sawit kita.

Menurutnya, tantangan datang dari kampanye negatif Uni Eropa yang selalu menyuarakan isu lingkungan terhadap produk sawit Indonesia.

Hafisz menambahkan, isu lingkungan yang disuarakan Uni Eropa dinilai tidak adil. Dulu, memang petani Indonesia menebang pohon untuk menanam sawit.
Tapi, kini lahan-lahan tidak produktif diubah menjadi perkebunan sawit, sehingga bernilai ekonomi tinggi dan lingkungan pun terjaga.

Bila isu lingkungan, lanjut Anggota Komisi XI DPR RI ini, dikaitkan dengan masa lalu, maka Indonesia juga bisa menggugat negara-negara Eropa yang dulu menggunduli hutannya untuk membangun ibu kota.

“Sekarang orang menanam sawit tidak lagi membakar lahan. Zaman sudah berubah. Kalau kita kembali ke masa lalu, kita juga bisa protes pada Inggris dan Prancis. Kenapa Paris hutannya digunduli untuk membangun kota indah Paris. Begitu juga London dan Washington DC. Yang sudah berlalu ya sudah. Kita bicara ke depan,” paparnya.

Sumber: CR-02
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below