Industri Hijau, Bos Sido Muncul: Memelihara Lingkungan dan Bisnis Sama Penting

JAKARTA, 1kata.com – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mengaku meraih penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjadi salah satu target Sido Muncul di bidang lingkungan hidup.

“Memelihara lingkungan dan bisnisnya adalah dua hal yang sama penting,” kata Irwan Hidayat, pada konferensi pers penerimaan penghargaan di Jakarta, Selasa, (30/11/2021).

Ia sendiri mengakui bahwa penerapan prinsip keberlanjutan pada industri jamu memiliki tantangan dan lebih sulit dibandingkan mengelola industri farmasi. Pasalnya, limbah industri jamu memiliki kadar biological oxygen demand (BOD) dan chemical oxygen demand (COD) yang tinggi.

“Kami pun mengembangkan teknologi untuk mengolah limbah. Termasuk, membangun plant dengan tangki up-flow anaerobic sludge blanket (UASB) untuk memproses berbagai varian limbah,” ujar Irwan.

Selain itu, sebagai perusahaan pabrik jamu, Sido Muncul tidak hanya berfokus pada aspek bisnis semata, tapi juga memperhatikan dampak lingkungan dari pemakaian bahan baku.

“Pengelolaan lomba itu tergantung dari pemakaian bahan bakunya. Kami pilih bahan-bahan yang berkualitas, yang punya rendemen (perbandingan berat kering ekstrak dengan jumlah bahan baku) zat aktif yang tinggi. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan baku secara berlebihan, sehingga lebih efisien,” lanjut Irwan.

Kemudian, jelas Irwan, limbah padat dari proses produksi Sido Muncul juga diolah menjadi bahan bakar. Efisiensi energi yang didapat pun bisa berlipat. Sido Muncul juga akan membangun dan mengembangkan tempat pembibitan (nursery) tanaman rempah.

Bibit tanaman rempah nantinya dibagikan kepada pemerintah dan masyarakat. Tak hanya itu, Sido Muncul juga memiliki program pengembangan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional Sido Muncul

“Kami membangun desa wisata, seperti desa buah dan desa rempah. Program tersebut turut dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK), yakni seberapa besar dampak perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar,” katanya.

Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below