Disuntik Modal LPDB-KUMKM, KSPPS Al Huda Wonosobo Catatkan Total Asset Rp151 Miliar

JAKARTA, 1kata.com – Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPPS) Al Huda, Wonosobo, Jawa Tengah, kini menerapkan digitalisasi dengan memiliki aplikasi berbasis android mobile Pasar Al Huda sejak Oktober 2021.

Kehadiran e-commerce Pasar Al Huda yang dapat diunduh melalui playstore, anggota memiliki wadah dalam memasarkan produk-produk usahanya serta dijadikan pasar online UMKM-UMKM di Wonosobo.

Menurut Ketua KSPPS Al Huda Bambang Ali Rahman Hakim, koperasi yang dipimpinnya juga menggunakan aplikasi layanan digital lainnya seperti, mobile collector, payBMT, dan myBMT, dengan tujuan pokoknya meningkatkan pelayanan kepada anggota dan masyarakat.

Koperasi yang berdiri pada tahun 1997, hingga kini memiliki 1 kantor pusat, 17 kantor cabang, dengan total karyawan sebanyak 131 orang.

Per tahun 2022, KSPPS Al Huda mencatatkan total anggota sebanyak 45.665 orang, dengan total asset sebesar Rp151,24 miliar.

Selain penunjang teknologi, KSPPS Al Huda juga bersinergi dengan Program Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) dalam membangun dan mengembangkan UMKM anggota khususnya yang ada di wilayah Wonosobo.

Baca juga: Gandeng LPDB-KUMKM, Smesco Indonesia Gelar Inkubasi Fashion Craft 2023

Sebagai koperasi primer tingkat provinsi, KSPPS Al Huda mendapat dukungan permodalan dari Kementerian Koperasi dan UKM melalui satuan kerjanya Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Pada tahun 2010, KSPPS Al Huda mendapatkan pembiayaan pertama dari LPDB-KUMKM sebesar Rp1 miliar, dan pembiayaan kedua tahun 2014 sebesar Rp5 miliar. Kedua pembiayaan ini kini berstatus kolektibilitas lunas.

Pada tahun 2020, KSPPS Al Huda kembali mendapatkan pembiayaan LPDB-KUMKM yang ketiga sebesar Rp6 miliar, dan pada November 2022 mendapat pembiayaan yang keempat sebesar Rp10 miliar.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengungkapkan pihaknya turut mendorong koperasi untuk bertransformasi seiring berkembangnya zaman agar dapat berkontribusi dalam perekonomian daerah, terutama perekonomian nasional.

Bukan hanya koperasi yang dituntut bertransformasi, LPDB-KUMKM juga menerapkan strategi pembiayaan dengan transformasi bisnis.

Sumber: joko
Editor: m.hasyim
Foto: Humas LPDB-KUMKM

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below