
SEMARANG, 1kata.com – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, di pabrik Sido Muncul Semarang, pada Kamis (9/4/2026),
Pada RUPS Tahunan itu, pemegang saham SIDO menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp441,5 miliar atau Rp15 per saham, dari laba tahun buku 2025.
Sebelumnya, SIDO telah membagikan dividen interim Rp647,6 miliar pada November 2025, sehingga total alokasi dividen emiten farmasi ini mencapai Rp1,1 triliun atau setara 90% laba bersih 2025.
Pembagian dividen ini, menurut manajemen SIDO, sebagai komitmen dalam memberikan imbal hasil konsisten kepada pemegang saham.
“Bahkan di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang masih penuh tantangan,” jelas Manajemen SIDO, dalam keterangan yang disampaikan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan.
Mengacu harga saham pada penutupan perdagangan Kamis (9/4) di level Rp515 per lembar, total dividen SIDO Rp37 per saham pada 2025 mengindikasikan yield 7,18%.
Irwan Dirut, Maria Reviani Direktur
Dalam RUPS Tahunan, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Irwan Hidayat sebagai Direktur Utama SIDO, menggantikan posisi David Hidayat. Selain itu, rapat juga menyetujui masuknya Maria Reviani sebagai direktur.
Berikut susunan Dewan Direksi dan Komisaris SIDO setelah penutupan RUPS Tahunan 2025:
DEWAN DIREKSI:
- Direktur Utama: Irwan Hidayat
- Direktur: David Hidayat
- Direktur: Maria Reviani
- Direktur: Budiyanto
- Direktur: Darmadji Sidik
DEWAN KOMISARIS:
- Komisaris Utama: Jonatha Sofjan Hidajat
- Komisaris: Johan Hidayat
- Komisaris: Sigit Hartojo Hadi Santoso
- Komisaris: Dra. Venancia Sri Indrijati Wijono
- Komisaris Independen: Lindawati Gani
- Komisaris Independen: Dokter Mohammad Adib Khumaidi
Direktur Utama SIDO, Irwan Hidayat, juga menjelaskan bahwa saat ini karyawan perseroan telah memulai program menabung saham.
“Kalau di Jakarta, mungkin 100-150 karyawan yang sudah beli saham. Pokoknya kita mulai kampanye menabung saham dari karyawan sendiri,” ujar Irwan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tersebut.
Penjualan Tumbuh 4 Persen
Pada kesempatan tersebut Manajemen SIDO juga mengajak investor untuk mengunjungi sejumlah fasilitas produksi. Beberapa di antaranya termasuk pabrik Kuku Bima, laboraorium, pabrik cairan obat dalam (Tolak Angin).
Sepanjang 2025, penjualan SIDO tumbuh 4% secara tahunan menjadi Rp4,08 triliun, serta menghasilkan laba bersih Rp1,23 triliun.
Manajemen menambahkan SIDO mampu mempertahankan profitabilitas dengan margin operasi 38% dan margin laba bersih 30%, meski menghadapi sejumlah dinamika pasar.
Pasar ekspor tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan kinerja SIDO, dengan pertumbuhan 31% dan menyumbang 9% terhadap total pendapatan pada 2025. Beberapa pasar utama ekspor perseroan termasuk Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
Meskipun merasakan dampak dari dinamika global, Irwan Hidayat tetap optimis kinerja 2026 akan melanjutkan tren pertumbuhan tahun lalu.
Meskipun belum ada angka pasti pada target pertumbuhan maupun belanja modal yang disiapkan, untuk mendukung pertumbuhan tersebut.
“Ya pokoknya kalau saya sih optimis terus. Harus optimis,” ujar Irwan Hidayat.
Penulis: ithe
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


