Budi Arie SetiadiJAKARTA, 1kata.com – Budi Arie Setiadi baru diberi tahu tentang reshuffle kabinet pada pukul 14.30 WIB, usai dirinya mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin (8/9/2025).
Meski pun mendadak, namun Budi Arie Setiadi mengaku tidak merasa kaget soal pencopotannya dari jabatan Menteri Koperasi (Menkop) oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pergantian menteri merupakan hal lumrah dalam politik dan sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden.
“Ya, nggak ada yang perlu kaget, biasa aja. Namanya jam setengah tiga, saya dikasih tahu. Iya, (dikasih tahu) habis RDP,” ujar Budi saat ditemui di kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2025).
Saat RDP, Budi Arie masih tampak bersemangat memaparkan rencana kerja dan pagu anggaran 2026 di hadapan Komisi VI DPR RI. Ia menjabarkan program senilai Rp 937 miliar, termasuk usulan tambahan Rp 7,8 triliun untuk memperkuat digitalisasi lebih dari 80.000 unit Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).
Di ruang rapat DPR itu, Budi menerangkan secara detail arah kebijakan Kemenkop tahun depan. Ia menekankan pentingnya digitalisasi melalui platform SIM Kopdes, pendampingan, pelatihan anggota, hingga penguatan tata kelola koperasi.
Restrukturisasi organisasi, reposisi kedeputian, hingga penguatan kelembagaan juga disampaikannya dengan perinci.
Ternyata, beberapa jam setelah rapat berakhir, Istana Negara mengumumkan reshuffle kabinet. Nama Ferry Juliantono, yang menjabat sebagai Wakil Menkop yang ikut mendampingi Budi Arie dalam rapat itu, justru dipanggil Presiden Prabowo untuk dilantik sebagai Menteri Koperasi.
Penulis: ithe
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


