Perluasan Ekspor, Sido Muncul Bidik Kamboja Hingga Afrika

JAKARTA, 1kata.com – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana memperluas pasar ekspor ke negara-negara semenanjung Indochina hingga Afrika.

Menurut Investor Relation Manager SIDO, Stephanie Setiawan dalam Talkshow, yang disiarkan YouTube Mirae Asset Sekuritas, dikutip Jumat (15/3/2024), perluasan pasar ekspor sebagai bagian dari strategi pertumbuhan kinerja perseroan.

“Pertimbangannya adalah negara yang memiliki potensi untuk menerima produk kami, karena tidak semua negara bisa menerima taste herbal. Mungkin yang kurang lebih mirip-mirip dengan Indonesia,” kata Stephanie Setiawan.

Baca juga:

Ia menambahkan, perseroan membidik negara-negara ASEAN, khususnya negara yang masuk dalam semenanjung Indochina yakni Kamboja, Laos dan Vietnam, serta negara di Afrika.

Stephanie menjelaskan, saat ini pasar ekspor perseroan berfokus pada tiga negara yakni Malaysia, Nigeria dan Filipina. Ketiga negara tersebut dinilai memiliki pasar yang serupa dengan Indonesia.

Di Malaysia, produk minuman berenergi perseroan memiliki permintaan cukup tinggi. Untuk itu, perseroan berencana untuk melakukan ekspansi ke Sabah dan Sarawak.

Sama halnya dengan Malaysia, di Nigeria produk minuman berenergi SIDO juga menjadi produk dengan permintaan tinggi, didukung dengan jumlah penduduk yang besar. Kendati demikian, ekspor ke Nigeria memiliki risiko seperti depresiasi mata uang.

Baca juga:

“Untuk memitigasi risiko itu, semua transaksi kami dengan Nigeria mulai tahun ini akan menggunakan USD dan pembayarannya dilakukan in advance, jadi sebelum kami lakukan produksi mereka sudah harus melakukan pembayaran,” ujar Stephanie.

Sementara, Filipina memiliki pasar yang paling mirip dengan Indonesia, di mana produk dengan permintaan tertinggi adalah Tolak Angin. Hal itu membuat perseroan pada Juli 2023 lalu menambah distributor baru di Filipina dengan sekitar 50 ribu outlet.

“Saat ini kontribusi ekspor terhadap pendapatan sebesar 6%, dalam 2-3 tahun ke depan kami harap ekspor berkontribusi di atas 10%,” imbuh Stephanie.

Penulis: ithe
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below