Pemeriksaan gizi. (foto-beritajakarta)JAKARTA, 1kata.com – Sebanyak 19 anak di Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), dipastikan menderita gizi buruk akibat menderita penyakit.
Untuk menangani kasus ini, Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jaksel melakukan monitoring secara rutin terhadap 19 anak tersebut.
Kepala Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Amelia, menegaskan, ke-19 anak yang saat ini tengah dimonitoring itu dipastikan bukan menderita gizi buruk, melainkan kurang gizi.
Berdasarkan hasil monitoring, tambahnya, terdapat lima anak yang positif terjangkit tuberkulosis. Sisanya menderita penyakit miningitis dan down syndrome.
“Kasus anak di Pejaten Barat itu bukan gizi buruk. Tapi kurang gizi yang diakibatkan adanya penyakit penyerta seperti miningitis, tuberkulosis, down syndrome dan lain lain,” ujar Amelia, di Jakarta, Jumat (6/1/2023).
Baca juga: Sepekan Pertama Tahun 2023, Modal Asing Masuk RI Rp8,05 Triliun
Amelia menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan kecamatan, kelurahan, dasawisma hingga PKK telah melakukan Gerebek Stunting di wilayah setempat sejak Agustus 2022 lalu.
Wujud dari kegiatan Gerebek Stunting dengan melakukan pemeriksaan kesehatan hingga membawa berobat anak-anak kurang gizi ke puskesmas atau RSUD Pasar Minggu.
Termasuk memberikan edukasi terhadap ibu dari anak-anak penderita kurang gizi agar memberikan asupan makanan tambahan. Namun, karena adanya penyakit penyerta, diperlukan waktu yang yang tidak cepat dalam pemulihan kesehatan anak-anak tersebut.
“Saat ini semua anak tersebut sudah masuk level kuning. Bahkan ada yang sudah level hijau. Sampai saat ini kami masih tetap intens melakukan monitoring pada anak-anak ini,” tandasnya.
Sumber: CR-02
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


