Saham Boeing Terus Turun, Banyak Maskapai Larang Terbang Jet 737 Max

NEW YORK, 1kata.com – Saham Boeing, komponen Dow, terus turun pada perdagangan Selasa (12/3/2019, mengirim harganya terjun lebih dari 11 persen minggu ini, karena bertambah banyak regulator penerbangan dan maskapai penerbangan di seluruh dunia melarang pesawat jet Boeing 737 Max terbang, setelah kecelakaan mematikan pada Minggu (10/3) di Ethiopia.

Ethiopian Airlines Boeing 737 Max 8 menuju Nairobi, Kenya, jatuh tak lama setelah lepas landas dari ibukota Ethiopia, Addis Ababa, menewaskan semua 157 orang di dalamnya, menarik perhatian baru terhadap pesawat itu setelah kecelakaan 2018 pada model yang sama di Indonesia yang menewaskan 189 orang di dalamnya.

Sejumlah otoritas penerbangan dan maskapai penerbangan pada Selasa (12/3) bergabung dengan pelarangan terbang jet Boeing 737 Max. Regulator keselamatan penerbangan Eropa mengeluarkan larangan penerbangan model pesawat ini di seluruh benua menyusul tindakan serupa oleh Australia, Singapura dan Malaysia. China adalah yang pertama yang melarang 737 Max pada Senin (11/3).

Meski masih terlalu dini untuk menentukan apa yang menyebabkan kecelakaan mematikan pada Minggu (10/3), ada kekhawatiran tentang keamanan pesawat 737 Max karena dua kecelakaan yang terjadi dalam setengah tahun terakhir melibatkan model baru dari keluarga 737 Max yang dikirim belum lama ini.

Boeing menghargai keputusan yang dibuat oleh sejumlah regulator tetapi mengatakan pada Selasa (12/3) bahwa pihaknya memiliki “kepercayaan penuh pada keamanan MAX”.

“Kami memahami bahwa badan-badan regulator dan pelanggan telah membuat keputusan yang mereka yakini paling tepat untuk pasar dalam negeri mereka,” kata produsen pesawat itu dalam sebuah pernyataan.

Saham Boeing turun 6,15 persen pada Selasa (12/3) menyusul penurunan tajam pada sesi sebelumnya menjadi ditutup pada 375,41 dolar AS per saham. Saham tersebut membukukan penurunan dua hari sebesar 11,15 persen.

Sumber: antara
Editor: m.hasyim
Foto: antara

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below