Foto-antaraJAKARTA, 1kata.com – Hingga akhir tahun 2026 ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menargetkan bakal menutup 40 perlintasan liar untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
“Kita ditugaskan untuk menyelesaikan sekitar 40 perlintasan liar, di mana lebarnya kurang dari dua meter dan tidak ada penjaga. Kita akan tutup untuk keselamatan operasional kereta api,” kata Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Ia menambahkan, terdapat lima perlintasan swadaya di kawasan antara Cawang hingga Tebet yang telah dikoordinasikan untuk ditutup bersama unsur wilayah setempat.
Baca juga:
- Kecelakaan Kereta, Polisi Periksa 36 Saksi
- Diwarnai Kejar-kejaran, Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Narkoba Rp25,9 Miliar
Namun, untuk tahun ini PT KAI baru menjalankan penutupan pada satu titik di kawasan Tebet-Cawang lantaran pelaksanaannya masih menunggu dukungan pemerintah daerah.
“Kalau tahun ini hanya satu aja. Kalau program KAI memang ada lima, tapi nanti nggak tahu kita dibantu dari pemda apakah ditutup semua atau nggak,” ujarnya.
Seluruh perlintasan liar pada dasarnya memiliki tingkat bahaya yang sama. Adapun keterbatasan lahan dan biaya menjadi kendala dalam pembangunan perlintasan resmi.
“Keterbatasan lahan juga karena biaya juga sih, karena besar buka untuk membuatnya, karena kita harus punya alatnya punya posnya, terus merekrut SDM-nya untuk penjagaan,” kata Deddy.
Baca juga:
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kini menutup perlintasan sebidang liar di jalur antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan warga sekitar.
Terkait perpindahan lokasi penutupan perlintasan tersebut merupakan keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama warga.
Pertimbangan perpindahan lokasi dilakukan atas permintaan masyarakat karena lintasan di RT 05 lebih banyak digunakan warga dibandingkan lokasi lainnya.
Penulis: CR-15
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


