Polda Sulsel: Secara Mental Korban Banjir Tak Siap Hadapi Kenyataan

MAKASSAR, 1kata.com – Wakasatgas Trauma Healing Polda Sulsel Kompol Fantry Taherong SH Sik MH, mengungkapkan pihaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara.

“Ada korban yang benar-benar secara mental tidak siap menghadapi kenyataan terkena musibah. Tapi ini kenyataan yang harus mereka hadapi,” kata Fantry Taherong SH Sik MH, di Masamba, Senin (20/7/2020) malam.

Menurutnya, di sinilah peran Tim Trauma Healing. Harus bisa mendekati dan mengembalikan psikologis korban banjir. Karena para korban biasanya merasa sangat terpukul karena kehilangan anggota keluarga dan kehilangan harta benda.

“Ini jika tidak cepat mendapat bantuan psikolog, dikhawatirkan akan mempengaruhi kejiwaan para korban. Ini yang tidak kita harapkan,” katanya.

Fantry Taherong menambahkan, masalah kejiwaan ini bukan hanya dialami orang tua yang secara mental sudah kuat. Tetapi kondisi ini juga dialami banyak anak-anak.

Ia menambahkan, Tim Trauma Healing harus bisa mengembalikan keceriaan anak-anak di tengah musibah. Tim harus bisa membangun lagi kesadaran dan kemampuan berfikir anak-anak ini.

“Kita harus bisa mengajak anak-anak untuk menerima kenyataan bahwa ada musibah yang sedang mereka hadapi. Kesedihan jelas mereka hadapi, tapi kita juga mengajak anak-anak untuk kembali bangkit,” kata Fantry Taherong.

Sumber: fantry
Editor: joko
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below