Pemerintah Harus Tunda Kenaikan Harga Pertalite, Solar dan TDL

YOGYAKARTA, 1kata.com – Pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada, Akhmad Akbar Susanto, menyarankan pemerintah untuk sementara menyingkirkan keinginannya untuk menaikkan harga Pertalite, Solar dan tarif dasar listrik (TDL).

Mengambil keputusan menaikkan harga ketiganya, katanya, akan berisiko tinggi karena tidak menutup kemungkinan pemerintah menuai protes keras dari masyarakat.

“Di luar itu, juga ada risiko sosial berupa ketidakpuasan masyarakat, protes, demonstrasi dan sebagainya jika harga pertalite, solar dan TDL benar-benar dinaikkan,” katanya, Rabu (20/4) di kampusnya.

Dikatakan, kenaikan harga pertalite, solar dan TDL tersebut akan berdampak besar bagi masyarakat secara langsung dan tidak langsung melalui inflasi.

Ia mengingatkan, beberapa hari lalu, terbit kebijakan menaikkan harga Pertamax dalam rangka menekan angka subsidi BBM ditengah lonjakan harga minyak dunia sepanjang tahun ini.

Namun demikian kenaikan harga BBM ini menambah daftar panjang kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat setelah sebelumnya harga minyak goreng naik drastis.

Kenaikan harga pangan, BBM dan minyak goreng, jelasnya praktis menambah beban ekonomi masyarakat kecil yang selama ini terkena imbas pandemi.

Belum lagi ada rencana pemerintah untuk menaikkan tarif daya listrik untuk konsumen non subsidi.

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM itu membenarkan adanya kebijakan kenaikan harga minyak goreng dan pertamax, pemerintah mau tidak mau harus menanggung subsidi yang lebih besar.

“Tapi beban subsidi tambahan ini masih bisa diterima dibandingkan dampak negatif kenaikan harga. Dan lagi, pemerintah sebenarnya juga sedang menikmati windfall penerimaan tambahan dari kenaikan harga-harga komoditas,” kata Akhmad Akbar Susanto.

Sumber: CR-02
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below