KSPI: Partai Buruh Berperan Tentukan Indonesia Tanpa Penindasan

KARAWANG, 1kata.com – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar konferensi pers terkait deklarasi dan kongres Partai Buruh. Kegiatan berlangsung secara virtual melalui zoom meeting, Minggu (3/10/21).

Dalam konferensi pers tersebut dihadiri Presiden KSPI Said Iqbal selaku narasumber, beberapa Pimpinan Serikat Pekerja Tingkat Nasional, dan awak media. Kegiatan dipandu Ketua Departemen Media dan Komunikasi KSPI, Kahar S Cahyono.

Kepada awak media, Said Iqbal mengatakan deklarasi dan kongres Partai Buruh akan diselenggarakan pada tanggal 4-5 Oktober 2021. Partai Buruh baru diinisiasi oleh mayoritas Serikat Buruh, Serikat Petani, Forum Guru, Serikat Nelayan, dan organisasi gerakan sosial lainnya.

Selain itu, Partai Buruh diinisiasi 4 konfederasi terbesar di Indonesia seperti KSPI (ORI), KSPI (RRI), (K) SBSI, dan KPBI, serta ada 50 Federasi Serikat Pekerja Tingkat Nasional yang menjadi inisiator pendirian Partai Buruh.

Kemudian, lanjut Said Iqbal, Partai Buruh juga didukung Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Forum komunikasi Guru Honorer dan Tenaga Swasta se-Indonesia (FGTHSI), Gerakan Perempuan Indonesia, serta organisasi mahasiswa.

Partai Buruh telah ada sejak dulu yang didirikan oleh Alm Prof. Dr. Muhtar Pakpahan dan Sonny Puji Sasono yang mulai 2012 sampai saat ini masih menjadi Ketua Umum Partai Buruh.

“Sampai dengan kongres, Partai Buruh tetap dipimpin Sonny Puji Sasono dan Agus Supriadi sebagai Plt Sekjen,” ujar Said Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal mengatakan, ada perbedaan mendasar antara Partai Buruh lama dan Partai Buruh yang baru yaitu Partai Buruh lama hanya didukung oleh satu serikat saja yaitu KSPSI.

“Hari ini Partai Buruh yang baru didukung oleh SPI, 4 Konfederasi Serikat Buruh tingkat nasional, dan lain-lain,” jelasnya.

Salah satu faktor utama mengapa membangkitkan kembali Partai Buruh yaitu karena disahkannya UU Cipta Kerja Omnimbus Law.

“Azas dan dasar ideologi Partai Buruh adalah Pancasila. Partai Buruh tidak akan menerima ideologi Komunis,” tegas Iqbal.

Tujuan didirikan Partai Buruh adalah untuk negara sejahtera yaitu diantaranya:
1. Kesetaraan hidup layak.
2. Distribusi kekayaan negara secara merata dan profesional atau tidak boleh yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.
3. Tentang pengaturan pajak, pengaturan hal-hal kesejahteraan rakyat harus berimbang, jaminan kesehatan, air bersih, makan, perumahan, dan lain-lain.

“Subsidi negara harus ditingkatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” ungkap Iqbal.

Sementara itu, perwakilan Serikat Petani, Agus Ruli selaku Sekjen DPP SPI menyampaikan bagaimana membangun partai alternatif dalam arti bahwa partai ini adalah persatuan pergerakan rakyat.

“Kita berupaya bagaimana Partai Buruh ini menjadi Partai persatuan yang tercermin dalam platform yang kita bangun yaitu, platform teman-teman buruh, petani, nelayan, perempuan, dan mahasiswa,” ujar Ruli.

Lanjutnya, Partai Buruh akan kita upayakan menjadi partai persatuan yang tercermin dalam partai persatuan termasuk terhadap struktur kepengurusan, ini harus ada keterwakilan teman teman, buruh, nelayan, dan perempuan.

“Kami medukung Said Iqbal menjadi Presiden dan Wakil Presidennya dari perwakilan berbagai platform,” tandas Ruli.

Selanjutnya, tanggapan Ilhamsyah selaku Ketua Umum KPBI mengatakan, kebutuhan lahirnya partai politik yang diinisiasi oleh kelompok gerakan itu adalah ikhtiar yang cukup lama dilakukan oleh gerakan demokrasi di Indonesia. Berbagai macam upaya sudah dilakukan untuk mewujudkan sebuah partai politik, tapi hingga hari belum menemukan hasil yang maksimal.

Partai buruh akan menjadi harapan bagi rakyat terutama buruh, petani, nelayan, dan rakyat miskin lainnya. untuk adanya keterwakilan yang menyuarakan kepentingan-kepentingan mereka di parlemen atau untuk terlibat secara aktif menentukan arah kebijakan bangsa dan negara ini.

“Partai Buruh menjadi jawaban bagi kita atau rakyat untuk berperan aktif menentukan Indonesia ke depan yaitu Indonesia yang baru dan tanpa penindasan,” tutup Ilham.

Sumber: CR-23
Editor: m.hasyim
Foto: NJK

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below