Efektivitas Membaca Nyaring Melibatkan Peran Aktif Pihak ke Tiga

SURABAYA, 1kata.com – Membaca Nyaring (read a loud) merupakan metode membangun kegemaran membaca sejak dini. Efektivitas Membaca Nyaring melibatkan peran aktif orang tua, guru, dan pustakawan/pegiat literasi.

“Mereka yang dibacakan (anak, red) akan membaca buku lebih banyak. Ketika orang tua membacakan buku, yang dirasakan anak adalah orang tuanya sedang mencontohkan kebiasaan membaca,” ucap pegiat Reading Bugs Indonesia Ihdinal Hikmatin Tajdidah pada kegiatan pelatihan Membaca Nyaring di Surabaya, Kamis, (13/6/2024).

Ada perbedaan metode antara Membaca Nyaring dan mendongeng. Membaca Nyaring memfokuskan pada buku dan aktivitas membaca adalah inti dari kegiatannya. Sedangkan, mendongeng menitikberatkan pada atraksi si pendongeng.

“Pada kegiatan mendongeng, fokus utamanya adalah si pendongeng. Dan buku hanya sebagai pelengkap atau properti. Sedangkan, pada Membaca Nyaring yang menjadi pusat adalah buku dan kelangsungan membaca,” tambah Ihdinal.

Metode Membaca Nyaring diawali pembaca menyebutkan judul buku dan penulisnya, kemudian membacakan teks isi pada buku kepada pendengar (anak).

Ihdinal lantas mempraktikkan Membaca Nyaring. Memasuki tengah cerita, Ihdinal menyempatkan berinteraksi dengan pendengar. Dan ketika di ujung cerita, Ihdinal tidak segera menuntaskan. Sengaja menggantungkan cerita agar muncul rasa penasaran sehingga memancing anak membaca bukunya.

“Keterampilan ini yang harus diasah ketika melakukan praktik Membaca Nyaring. Mengapa demikian? Karena ketiga elemen yang disebut, yakni orang tua, guru, pustakawan/pegiat literasi adalah motor penggerak tumbuhnya literasi di perpustakaan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), maupun komunitas literasi,” pungkasnya.

Penulis: ithe
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below