Yura Yunita Rela Lakukan Hipnoterapi, Ini Alasannya

Yura Yunita

JAKARTA, 1kata.com – Setiap pencipta lagu, selalu memiliki kekhasan saat proses penciptaan lagunya. Demikian juga dengan Yura Yunita.

Saat proses pembuatan lagu Intuisi, Yura Yunita bahkan ia sampai harus melakukan hipnoterapi untuk menuntaskan trauma masa lalu.

Intuisi bagi Yura Yunita memiliki makna yang begitu dalam. Menurut Yura, ia selalu menciptakan lagu berdasarkan pengalaman hidupnya.

Saat merekam lagu tersebut, rekan duet Glenn Fredly di lagu Cinta dan Rahasia itu selalu gagal untuk mencapai nada maksimal. Saat itu ia merasa seperti ada yang menahan hingga akhirnya Yura memutuskan untuk melakukan hipnoterapi.

“Aku enggak bisa nyanyiin Intuisi karena marah banget, lebih banyak marahnya. Dicoba sejam, dua jam enggak bisa nyanyiin. Akhirnya memutuskan untuk hipnoterapi untuk dicari di mana akar permasalahannya,” kata Yura dalam bincang-bincang di YouTube, dikutip Rabu (15/4/2020).

Kisah di balik lagu itu yang memiliki perjalanan panjang membuat Yura harus menjalani proses penyembuhan diri.

“Mungkin kalau teman-teman dengar lagunya bisa sampai nangis karena emang perjalanan di lagu itu emang panjang banget sampai aku harus healing diri sendiri, supaya bisa memaafkan bukan cuma dianya tapi diri sendiri supaya bisa menerima dan menghadapi kenyataan itu,” kata penyanyi kelahiran Bandung 28 tahun lalu itu.

Yura Yunita

Setelah melakukan hipnoterapi, Yura mengaku menjadi lebih lega dalam menyanyikan lagu tersebut. Tak hanya itu, ia juga lebih nyaman dalam menyanyikan lagu-lagi bernada tinggi.

Menurut seorang hipnoterapi, Nabila Ghasanni, apa yang dialami oleh Yura adalah sebuah trauma yang terjadi di masa kecil. Trauma ini secara tidak sadar telah mempengaruhi suara Yura dalam bernyanyi.

Trauma itu terjadi saat Yura berusia 5 tahun ketika sedang belajar bermain piano dan menyanyi. Karena belum mengenal nada, Yura bernyanyi dengan keras dan mengganggu sang kakak hingga kakaknya membanting pintu dengan keras.

Yura pun kaget, dan ternyata hal tersebut membekas hingga dewasa. Ia jadi takut mengganggu orang lain jika suaranya tinggi.

“Ternyata akar masalahnya jauh sekali di belakang. Ini trauma waktu kecil, waktu umur lima tahun. Ini mempengaruhi suara kamu jadi enggak bisa total karena takut ngeluarin suara kamu,” kata Nabila.

Nabila mengatakan keberanian Yura bersuara membuat banyak orang lain berani membuka diri.

“Yura berani cerita tentang apa yang Yura rasain, gara-gara interview sama Gofar, dia yang memancing. Dari situ banyak yang DM (direct message), ternyata saat kita berani membuka diri dengan pengalaman buruk ternyata banyak yang ngalamin juga,” kata Yura.

Sumber: CR-09
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below