
JAKARTA, 1kata.com – Ketua Umum Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) H Markoni Koto SH, meminta agar Presiden Joko Widodo dan DPR RI mengambil sikap dalam kasus PT Freeport Indonesia (FI) yang kini semakin melebar.
“Kasus FI yang kini ditangani di Mahkamah Kehormatan Dewan semakin melebar. Kondisi ini justru merugikan bangsa kita dari sisi investasi,” kata Markoni Koto, di Jakarta, Selasa (15/12/2015).
Bukan hanya itu, lanjutnya, nama bangsa Indonesia juga semakin hancur di tatanan internasional. Karena itu harus ada tindakan nyata untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari rongrongan pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan polemik di FI.
Tindakan penyelamatan bangsa itu harus dilakukan melalui dialog yang baik yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan DPR RI. “Jika kedua lembaga ini masih memiliki ego dan saling menyalahkan, yang terjadi nantinya hanyalah perpecahan,” katanya.
Markoni menegaskan, jika pemerintah dan DPR terus bertikai, yang senang adalah pihak-pihak yang menginginkan perpecahan di dalam bangsa dan negara ini.
“Kita jangan mau diadu domba, kita jangan mau dipecah-belah oleh orang asing. Mereka akan tertawa lebar menyaksikan konflik ini,” katanya.
Ia mengingatkan, kegaduhan di FI jelas ada kepentingan asing guna menguras sumbet daya alam kita. “Semakin kegaduhan ini dipelihara, akan semakin hancur bangsa ini,” katanya.
Sumber: CR-01 | editor: m.hasyim


