
JAKARTA, 1kata.com – Pelemahan terhadap Polri semakin nyata. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena akan berdampak sangat berat bagi bangsa dan negara. Tugas dan fungsi kepolisian pada saatnya akan hilang dan tidak ada yang memegangnya.
Untuk menyelamatkan Polri dari tindakan pelemahan ini, diperlukan kekuatan pendukung dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Komisi III DPR dan Presiden. Polisi tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri dan menangani pelemahan secara sendirian.
“Saya melihat, Polri sengaja dibiarkan berjuang sendiri. Tidak ada pihak-pihak yang mendukung langkah Polri,” kata pengamat ekonomi politik dari Forum Komunikasi dan Kajian Strategi Ketahanan Nasional (Fokus Tannas) YP Wirahadi, di Jakarta, Selasa (14/7/2015).
Sampai saat ini, lanjutnya, dirinya belum melihat adanya komentar dari Kompolnas, Komisi III DPR RI dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang sifatnya mendukung langkah Polri. Padahal, Polri melakukan semuanya berdasarkan aturan hukum yang benar.
Kenyataan ini, menurutnya, menunjukkan adanya upaya tersistematis untuk melucuti tugas pokok dan fungsi(tupoksi) kepolisian. Selanjutnya, tupoksi Polri itu akan diserahkan ke pihak lain. Namun sayangnya, pihak lain itu hanya tertarik beberapa tugas polisi yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi.
Hal ini, lanjutnya, akan sangat berbahaya. Karena tupoksi polisi adalah hal yang tidak bisa dipisah-pisahkan. “Ingat, tugas polisi itu bukan hanya mengurusi masalah SIM saja. Tapi mulai dari mengurusi mayat yang membusuk, kejahatan jalanan, hingga benrokan antar kampung. Ini tupoksi yang berat,” katanya.
Sumber CR-01 || editor: m. hasyim


