
SEMARANG, 1kata.com – Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menyayangkan adanya kabar bohong di media sosial yang mengaitkan konsumsi minuman berenergi seperti Kuku Bima yang bisa merusak ginjal.
Isu miring itu terus berkembang dan tidak diketahui siapa orang pertama yang menyebarkannya, karena itu sulit untuk dituntut. Untuk menjawab itu, Sido Muncul menjawab dengan hasil riset laboratorium.
“Yang kami hadapi ini benar-benar masif, invisible. Kadang-kadang kita tidak tahu siapa yang memulai dan sulit juga kalau harus dituntut. Karena itu yang paling penting adalah memiliki bukti ilmiah yang kuat,” kata Irwan Hidayat, saat meresmikan Laboratorium Farmakologi di area pabrik yang terletak di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026).
Menurut Irwan, pemicu gangguan ginjal sebenarnya didominasi oleh gaya hidup buruk dan konsumsi alkohol berlebih, bukan akibat minuman energi. Guna mematahkan asumsi keliru tersebut, Sido Muncul menjalankan uji toksisitas akut dan subkronis pada tikus dengan memberikan dosis berkali-kali lipat dari takaran normal.
Sido Muncul membuat penelitian ini supaya masyarakat percaya bahwa semua produk yang sudah melalui proses dan mendapatkan izin dari BPOM telah melalui evaluasi yang ketat.
Kuku Bima Aman untuk Ginjal
“Saya pernah dapat berita banyak mahasiswa atau orang yang yang rusak ginjalnya karena minum energy drink. Banyak kan beritanya? Padahal banyak faktor lain seperti konsumsi alkohol berlebihan dan pola hidup yang tidak sehat,” kata Irwan
Dalam pengujian laboratorium, tikus percobaan diberikan dosis satu saset, empat setengah saset, hingga lebih dari 12 saset, dan dalam dua minggu tidak ada kematian.
“Jadi diminumin satu saset, empat setengah saset, sampai lebih dari 12 saset, dua minggu tidak mati. Saat ini sudah jalan 12 hari untuk subkronis, tiga minggu subkronis. Nanti, kami lihat setelah satu bulan dan bedah. Hasilnya dikirim ke Undip atau ke patolog-patolog untuk mengecek apakah ada kerusakan pada ginjalnya. Sekarang kami lanjutkan penelitian subkronis dan nanti akan dicek kondisi ginjal serta organ lainnya secara ilmiah,” katanya.
Irwan menegaskan minuman berenergi produksi mereka aman, karena jika tidak aman tentu tidak akan mendapatkan izin dari BPOM.
“Minuman berenergi kami aman. Kalau tidak, tak mungkin dapat izin dari BPOM. Uji laboratorium farmakologi kami buat agar masyarakat itu percaya. Energy drink itu juga pasti aman. Kalau tidak aman, tentu tidak akan mendapatkan izin dari BPOM,” katanya.
Ia menambahkan, Sido Muncul membuat laboratorium ini supaya masyarakat semakin percaya bahwa semua yang dikeluarkan oleh Badan POM pasti aman dan tidak mungkin Badan POM mengeluarkan izin edar produk yang tidak aman.
Sudah Ada Sejak 2001
Sebelumnya, Sido Muncul meresmikan Laboratorium Farmakologi di area pabrik yang terletak di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Peresmian laboratorium ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D.
Pemotongan pita dilakukan bersama Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD., Subsp. H.Onk.M.(K), FINASIM, serta Wakil Bupati Semarang Dra. Hj. Nur Arifah.
Laboratorium Farmakologi Sido Muncul sebenarnya telah berdiri sejak tahun 2001 demi menyokong pengembangan variasi produk perusahaan.
Demi merespons kebutuhan penelitian yang terus berkembang, fasilitas yang mulanya bertempat di bangunan semi permanen area belakang pabrik ini dipindahkan ke gedung baru yang lebih representatif dan modern seluas 288 meter persegi pada tahun 2019, lalu resmi beroperasi secara penuh pada Januari 2020.
Kini, operasional laboratorium dipimpin oleh seorang dokter hewan serta diperkuat oleh tim peneliti dan laboran yang berpengalaman di bidangnya.
Selama lebih dari dua dekade, fasilitas ini menjadi pusat pengujian ilmiah seperti uji toksisitas akut, uji toksisitas subkronis, uji teratogenik, uji stamina, hingga uji aktivitas obat cacing.
Mendapat Apresiasi
Langkah Sido Muncul dalam memperluas fasilitas penelitian mandiri ini menuai apresiasi besar dari Kepala BPOM RI Taruna Ikrar. Dirinya menyatakan langkah ini selaras dengan tugas pokok BPOM dalam mengawal perlindungan konsumen, di mana jaminan keamanan, mutu, serta efikasi atau khasiat produk wajib berlandaskan pada kebijakan berbasis bukti ilmiah, bukan sekadar klaim semata.
Taruna menganggap kehadiran laboratorium farmakologi internal pada industri herbal sebagai modal kuat guna mendongkrak daya saing produk jamu lokal di pasar domestik maupun internasional.
Taruna Ikrar menerangkan, tugas BPOM adalah memberikan tiga jaminan, yaitu keamanan, mutu, dan efikasi. Ketiganya harus berbasis data dan bukti ilmiah.
Apabila suatu produk telah memiliki izin edar resmi dari BPOM, maka lembaga tersebut menjamin bahwa produk tersebut telah melalui proses evaluasi sehingga memenuhi aspek keamanan, khasiat atau efikasi, serta kualitas.
Dukungan serupa diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab. Menurutnya, laboratorium farmakologi ini sebagai instrumen vital dalam menjembatani warisan empiris jamu dengan modernisasi sektor kesehatan berbasis sains.
Keberadaan riset berkelanjutan ini diproyeksikan mampu mengakselerasi hilirisasi jamu khas Jawa Tengah agar bisa naik kelas dari ramuan tradisional menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT), hingga nantinya mencapai level fitofarmaka yang diakui secara klinis serta dapat masuk dalam sistem peresepan pelayanan medis formal.
Penulis: Ithe
Editor: M. Hasyim
Foto: istimewa


