RUU Energi Baru dan Terbarukan Harus Bisa Sejahterakan Masyarakat

JAKARTA, 1kata.com – Anggota Komisi VII DPR RI Saadiah Uluputty mengungkapkan Rancangan Undang-undang (RUU) Energi Baru dan Terbarukan (EBT) diharapkan tidak menjadi regulasi mati tetapi bakal terbit sebagai aturan yang benar-benar menyejahterakan masyarakat.

“Semoga RUU EBT tersebut tidak menjadi regulasi yang mati dalam catatan lembaran negara, tetapi bisa berimplikasi luas dan diimplementasikan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata Saadiah Uluputty dalam rilis di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Ia berharap agar RUU EBT dapat dibahas dan ditetapkan menjadi undang-undang yang sesuai dengan harapan para ahli dan para politisi yang mewakili masyarakat.

Selama beberapa waktu terakhir, Komisi VII DPR telah melakukan sejumlah kunjungan kerja dalam rangka FGD terkait RUU EBT, seperti ke Pusat Studi Energi dan Lingkungan Universitas Diponegoro, Semarang, 5 Februari 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Saadiah menyatakan Bahwa RUU EBT menjadi momentum yang menjamin adanya kepastian hukum bagi pengembangan energi terbarukan, serta memudahkan dan mempercepat proses transisi Indonesia dari penggunaan energi fosil menjadi energi terbarukan.

“RUU ET sangat diperlukan untuk memenuhi target porsi energi terbarukan di Indonesia sebesar 23 persen di tahun 2025 nanti,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2019, porsi energi terbarukan di Indonesia baru mencapai 12 persen atau setara 10,17 gigawatt (MW).

Hal itu, ujar dia, patut diperhatikan karena cadangan energi fosil terus menurun, di sisi lain potensi energi terbarukan yang belum dimanfaatkan sangat besar.

Sumber: CR-01
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below