45.000 Tenaga Kerja Diserap UMKM Lebak

LEBAK, 1kata.com – Tenaga kerja lokal sekitar 45.000 orang diserap oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak, Banten.

Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Restu, Minggu (28/6/2015), mengatakan, selama ini pertumbuhan UMKM Lebak antara 4-5 persen per tahun dan mereka bergerak di bidang kerajinan tangan, alat rumah tangga, meubeler, gula aren, batu kalimaya, bilik, batu fosil, dan anyam-anyaman, seperti yang dikutip oleh Antara.

Mereka para UMKM itu berkembang karena Kabupaten Lebak memiliki perkebunan yang luas, seperti bambu, melinjo, gula aren, pandan, dan singkong.

“Saya kira dengan mudahnya bahan baku itu maka berkembang UMKM dan bisa menyerap lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini jumlah tenaga kerja pada sektor kerajinan di 28 kecamatan tercatat 45.000 orang dan pendapatan mereka rata-rata Rp40 ribu per hari.

Dari 45.000 orang tersebut, kata dia, mereka bekerja tersebar di 14.300 unit UMKM dan memproduksi perabotan rumah tangga, dinding bilik, meubeler, dan cindera mata.

Ia juga mengatakan, selama ini UMKM terus meningkat setiap tahunnya dan kini mencapai 49.686 unit dari sebelumnya 49.400 unit usaha.

Pemerintah daerah mengoptimalkan pembinaan antara lain diversifikasi produk, pelatihan manajemen, keuangan, dan kewirausahaan guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan tenaga lokal.

Dengan demikian, pelaku UMKM Kabupaten Lebak meningkat dan berkembang melalui bidang usaha industri rumahan (home industry), seperti kerajinan tangan, logam, aneka jenis makanan, hasil produksi pertanian, dan perkebunan, serta pertambangan. Bahkan, produksi UMKM gula cetak dan gula semut menembus pasar Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.

“Saya kira meningkatnya UMKM itu karena motivasi pelaku UMKM cukup tinggi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” katanya.

Ia menyebutkan pembinaan terhadap pelaku UMKM agar dapat melahirkan klaster-klaster usaha yang pada akhirnya bisa mengatasi kemiskinan.

“Kami terus melaksanakan pembinaan untuk membentuk karakter jiwa kewirausahaan di masyarakat,” katanya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below