Irwan Hidayat: Produk Kami Kualitasnya di Atas Ketentuan Pemerintah

JAKARTA, 1kata.com – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) kembali meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Pengelolaan Lingkungan dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper) 2021 dengan predikat penilaian emas.

Capaian ini, diakui Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, bukan sebuah langkah yang ujug-ujug atau tiba-tiba. Tetapi pihaknya memang sejak lama memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang nilainya di atas ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Untuk merealisasikan hal tersebut, ada sejumlah langkah yang dilakukan oleh Sido Muncul, seperti membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan penanganan limbah padat pada 2012 dengan mengalokasikan dana yang tidak sedikit, yaitu mencapai Rp 30 miliar.

“Kemudian saya lakukan, bangun IPAL. Kami minta tolong Undip (Universitas Diponegoro) dan dibantu oleh KLHK,” tambah Irwan, Selasa (4/1/2022).

Irwan mengatakan dirinya cukup bangga karena pembangunan IPAL sendiri jauh lebih cepat dari target yang ditentukan di awal, yakni 1,5 tahun. Tak hanya itu, IPAL yang dibangun pun selalu yang berkapasitas besar agar pengelolaan limbah menjadi lebih maksimal.

“Kerjanya itu sebenernya targetnya 1,5 tahun tapi kami kerjakan 8 bulan,” terang Irwan.
Proses pembangunan IPAL pun tidak hanya berlangsung pada tahun 2012 saja. Irwan menjelaskan pihaknya juga kembali menganggarkan Rp 20 miliar untuk penambahan IPAL pada 2018.

“Untuk operasional cost-nya (IPAL) kami anggarkan Rp 5 m per tahun,” kata Irwan.

Gelar Program CSV Sejak 1989

Lebih lanjut Irwan menjelaskan upaya yang dilakukan Sido Muncul untuk peduli terhadap lingkungan tidak hanya sebatas pembangunan IPAL saja. Namun, juga mengajak turut menjalankan programCreating Shared Value (CSV) untuk membangun kesejahteraan masyarakat.

“Sido Muncul tuh sudah melakukan CSV sejak tahun 1989,” kata Irwan.

Pada tahun tersebut, Sido Muncul selalu membeli 2-3 ton kunyit segar dari para petani Karanganyar. Tidak hanya itu, Sido Muncul melakukan melakukan pembinaan kepada para petani di desa agar menghasilkan bahan baku yang berkualitas.

“Kami bina petani, petani dikasih bahan, bahannya itu diserahkan ke kita dengan perjanjian harganya berapa, kita janji untuk beli kembali hingga hari ini,” ujarnya.
Hal serupa juga dilakukan oleh Sido Muncul melalui program tanaman Kapulaga di desa Sambirata, Banyumas, Jawa Tengah. Program tersebut telah menghasilkan penghasilan di desa tersebut sebanyak Rp 10 miliar.

Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below