Harga Rokok Bakal Naik

JAKARTA, 1kata.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menaikkan tarif cukai rokok rata-rata tertimbang sebesar 12,5 persen akan memicu harga rokok lebih mahal. Dengan begitu kemampuan beli masyarakat terhadap rokok diharapkan bisa turun.

Kemenkeu menargetkan angka prevalensi merokok khususnya pada usia 10-18 tahun menjadi 8,7 persen di tahun 2024. Oleh sebab itu perlu ada kenaikan cukainya sehingga kesehatan masyarakat bisa terjaga lebih maksimal.

“Kenaikan cukai ini menyebabkan harga rokok jadi mahal, atau affordability indeks jadi dari 12,2 persen jadi 13,7 persen – 14 persen sehingga makin tidak terbeli,” ujar Sri Mulyani, dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/12/2020).

Meski begitu pemerintah menyadari bahwa kontribusi industri rokok terhadap pendapatan negara dan penyerapan tenaga kerja nasional cukup tinggi.

Oleh sebab itu satu-satunya jalan untuk mengendalikan konsumsi dengan tidak terlalu mengorbankan pendapatan negara atau tenaga kerja adalah dengan menaikkan cukainya.

Di sisi lain, Sri Mulyani menyadari bahwa kenaikan cukai rokok akan memicu peningkatan peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat.

Namun begitu pemerintah sudah bersiap diri untuk meningkatkan upaya pencegahan agar tidak kecolongan yang berimbas pada penurunan kesehatan masyarakat dan penurunan pendapatan negara.

“Saya sudah instruksikan ke Ditjen Bea dan Cukai untuk terus melakukan langkah-langkah pencegahan peredaran produk ilegal ini,” tuturnya.

Sumber: CR-01
Editor: m.hasyim
Foto: 1kata.com

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below