FIFGROUP: UMKM Harus Naik Kelas Agar Mampu Bersaing

JAKARTA, 1kata.com – Menyambut Hari Koperasi Nasional (Harkopnas), PT Federal International Finance (FIFGROUP) memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi dan peningkatan kualitas UMKM dengan menyelenggarakan Webinar UMKM Hari Koperasi bertajuk “Jualan Tanpa Menjual, Berdagang Sambil Berteman” pada Rabu (28/7/2021).

Webinar pelatihan ini kembali menggandeng lembaga Astra lainnya, yakni Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk terus berkolaborasi membantu pemerintah dalam mempercepat pembangkitan perekonomian melalui dukungan pembinaan UMKM di Indonesia. Pelatihan ini dihadiri oleh 413 peserta yang datang dari UMKM binaan Grup Astra dan umum.

Chief of Corporate Communication and Corporate Social Responsibility (CSR) FIFGROUP Yulian Warman dalam opening speech mengatakan, untuk mendukung sektor UMKM menjadi tulang punggung untuk memulihkan sektor perekonomian, kualitas UMKM harus terus ditingkatkan dan di-maintain agar terus berkembang, khususnya dalam kondisi pandemi seperti ini,” katanya.

Karena itu, lanjutnya, FIFGROUP melalui salah satu pilar pemberdayaan masyarakat bersinergi dengan YDBA, melakukan kegiatan penyaluran Dana Bergulir dan Webinar Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan UMKM yang berdampak pada pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya bagi mereka yang memiliki insiatif untuk berusaha dan menumbuhkan kesadaran, kemauan serta kemampuan meningkatkan kesejahteraannya.

Dalam program pelatihan ini, FIFGROUP menghadirkan salah satu praktisi dan pakar dalam bidang UMKM dan koperasi yang pernah menjadi salah seorang insan Astra, yaitu Iyan Iriansah Sidik, dan juga merupakan purnabakti Strategic Planning PT Astragraphia Tbk.

Iyan, begitu pria paruh baya tersebut biasa dipanggil, memberikan materi kepada seluruh peserta UMKM mengenai pengertian dasar terkait UMKM Mikro, permasalahan yang kerap terjadi pada UMKM Mikro, serta tips dan trik bagaimana membawa UMKM Mikro naik kelas melalui berbagai ide serta pemanfaatan teknologi yang ada.

Selain menyerap 97% angkatan kerja, UMKM yang berjumlah kurang lebih 64,2 juta juga berkontribusi sebesar 56-59% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, namun baru sekitar 17,1% yang memanfaatkan daring sebagai salah satu platform untuk berjualan.

“Apapun yang terjadi, UMKM harus tetap positive thinking dan bersyukur. UMKM harus naik kelas supaya mampu bersaing, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang ada, seperti contohnya platform media sosial,” katanya.

Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below