Daya Beli Konsumen Masih Selektif, Sido Muncul Bukukan Penjualan Rp1,47 Triliun

JAKARTA, 1kata.com – Emiten jamu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mampu membukukan penjualan sebesar Rp1,47 triliun di tengah pelemahan volume penjualan dan daya beli konsumen yang masih cenderung selektif.

SIDO mencatatkan angka penjualan yang mengalami penurunan dari Rp1,83 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, laba bersih SIDO juga terkoreksi menjadi Rp333,65 miliar dari sebelumnya Rp600,47 miliar.

Meski penjualan mengalami penurunan, Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, melihat adanya indikasi perbaikan secara kuartalan pada kuartal II-2026.

“Penjualan turun sekitar 19,7% secara tahunan, sedangkan laba bersih terkoreksi lebih dalam sekitar 44,4%. Ini menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada sisi permintaan, tetapi juga telah memengaruhi profitabilitas perusahaan,” ujar Ekky Topan, Selasa (4/8/2026).

Ekky optimis, penjualan SIDO pada kuartal II diperkirakan meningkat hampir 30% dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara laba bersih juga naik sekitar 27% secara kuartalan.

“Artinya, kinerja mulai pulih dari titik terendah di awal tahun,” jelasnya.

Dari sisi profitabilitas, ia menyoroti tekanan margin yang terjadi akibat penurunan volume serta kenaikan beban operasional.

“Penurunan laba yang lebih dalam dibandingkan penjualan menunjukkan adanya tekanan terhadap margin. Beban pemasaran serta beban umum dan administrasi membuat biaya belum dapat turun secepat kontraksi pendapatan,” paparnya.

Menurut Ekky, belanja pemasaran masih diperlukan untuk menjaga awareness merek dan mendorong pemulihan penjualan. Namun, efektivitasnya tetap harus dijaga agar mampu mengangkat volume.

“Apabila penjualan belum pulih sementara biaya tetap tinggi, margin laba SIDO berpotensi masih tertekan,” imbuhnya.

Penulis: Ithe
Editor: M. Hasyim
Foto: Istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below