Beri Kepastian pada Koperasi, LPDB-KUMKM Kedepankan Strategi Pembiayaan

Dirut LPDB-KUMKM, Supomo.

JAKARTA, 1kata.com – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo, mengungkapkan pihaknya terus mengedepankan strategi pembiayaan by design.

“Strategi ini merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem bisnis yang baik agar dapat mencapai target penyaluran,” kata Supomo di Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Supomo mengatakan, seluruh mitra LPDB-KUMKM baik existing maupun mitra baru, penyalurannya diciptakan ekosistem pembiayaan by design sehingga diharapkan ke depannya sudah ada kepastian dari hulu hingga hilir untuk koperasi. Ekosistem ini di antaranya berupa skema tertutup (close loop) dan skema terbuka (open loop).

“Dari kedua skema ini yang berperan bukan hanya mitra atau pun LPDB-KUMKM saja, melainkan peran dan kontribusi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, di antaranya Kementerian Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten/Kota, serta beberapa stakeholder terkait,” terang Supomo.

Supomo melanjutkan, beberapa mitra LPDB-KUMKM telah tercipta ekosistem skema close loop, seperti KPBS Pengalengan dan Kopontren Al-Ittifaq di Jawa Barat. Koperasi-koperasi sektor riil seperti ini telah menyediakan semua fasilitas untuk kebutuhan anggota, serta memiliki kepastian pasar yakni dari hulu (supply atau produksi) hingga hilir (buyer). Inilah yang perlu dicontoh oleh koperasi-koperasi lain di Indonesia.

Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Jarot Wahyu Wibowo menambahkan, kerja sama LPDB-KUMKM dengan Badan Layanan Umum (BLU) merupakan target yang ditekankan di tahun 2022.

“Sinergi ini dibentuk by design dari hulu hingga hilir dengan menciptakan ekosistem yang terkonsep dan terkoneksi. Sinergi bukan hanya dengan BLU saja, namun juga dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ini yang akan menjadi close loop yang luar biasa,” jelas Jarot.

Jarot menambahkan, bentuk strateginya adalah dengan menciptakan dan memperbanyak jaringan. Bukan hanya sekadar MoU saja, namun juga bisnisnya dikaji oleh LPDB-KUMKM. Bagaimana caranya agar menggaet koperasi dan UKM agar masuk ke dalam rantai pasok.

Sebagai contoh, BLU rumah sakit, untuk memproduksi bahan baku dan bahan habis pakai yang dipergunakan oleh rumah sakit dapat diproduksi oleh UKM-UKM Indonesia. Peran LPDB-KUMKM adalah menjembatani dan menggandeng itu semua, namun tetap penyaluran dana bergulirnya harus bergabung melalui wadah koperasi.

Mengenai peran LPDB-KUMKM dalam menjalankan fungsi penilaian terhadap calon mitra, salah satunya dengan meminta bisnis plan dari calon mitra. Dengan bisnis plan, LPDB-KUMKM dapat mengkaji dan menciptakan road map sehingga dapat dikaji lebih dalam apakah mitra tersebut usahanya akan berkembang ke depan.

Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below